A. Dasar hukum dan anjuran perkawinan.
 Al Qur`an Surat Ar Ruum ayat 21 :
ومن أياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لأيات لقوم يتفكرون
Dan diantara tanda-tanda kebesaranNya ialah Dia menciptakan untuk isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
 Al Qur`an Surat An Nahl ayat 72 :
والله جعل لكم من أنفسكم أزواجا وجعل لكم من أزواجكم بنين وحفدة
ورزقكم من الطيبات
Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteridari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu dan memberimu rizki dari yang baik-baik.
 Al Qur`an Surat An Nuur ayat 32 :
وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم
الله من فضله والله واسع عليم
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian Nya) lagi Maha Mengetahui.
 Al Qur`an Surat An Nuur ayat 33 :
وليستعفف الذين لا يجدون نكاحا حتى يغنيهم الله من فضله
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (dirinya) sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya.
 Al Qur`an surat An Nisa ayat 9 :
وليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.
 Hadits Rasulullah saw. :
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لرجل تزوج امرأة قال أنظرت إليها ؟ قال لا
إذهب فانظر إليها (رواه مسلم)
Bahwa Nabi bersabda kepada seorang laki-laki yang akan mengawini seorang perempuan, "Sudahkah engkau melihat wanita itu ?" Jawabnya :"Belum". Beliau bersabda :"Hendaklah engkau melihatnya dulu".
 Hadits Rasulullah saw. :
تنكح المرأة لأربع لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها فاظفر بذات الدين تربت يداك
Perempuan itu dinikahi karena empat perkara. Karena kekayaannya, karena keturunannya, karena kecantikan dan karena agamanya.Maka ambillah perempuan yang beragama, pasti engkau berbahagia.
B. Syarat dan Rukun Nikah.
 Al Qur`an Surat An Nisaa ayat 22 :
ولاتنكحوا ما نكح أباؤكم من النساء إلاماقد سلف إنه كان فاحشة وساء سبيلا
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan.
 Al Qur`an Surat An Nisaa ayat 23 :
حرمت عليكم أمهاتكم وبناتكم وأخواتكم و عماتكم و خالاتكم و بنات الأخ وبنات الأخت و أمهاتكم التي أرضعنكم وأخواتكم من الرضاعة وأمهات نسائكم وربائبكم التي في حجوركم من نسائكم التي دخلتم بـهن فإن لم تكونوا دخلتم بـهن فلا جناح عليكم وحلائل أبنائكم الذين من أصلابكم وأن تجمعوا بين الأختين إلا ماقدسلف
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan,saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusukan kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
 Al Qur`an Surat An Nisaa ayat 24 :
والمحصنات من النساء ……
….dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami ….........
 Al Qur`an Surat Al Baqarah ayat 230 :
فإن طلقها فلا تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره فإن طلقها فلا جناح عليهما أن
يتراجعا إن ظن أن يقيما حدود الله يبينها لقوم يعلمون
Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang ke dua), maka perempuan itu tidak halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
 Kitab Al Iqna` juz II halaman 123 :
أركان النكاح وهي خمسة صيغة وزوجة وزوخ وولي وهما العاقدان وشاهدان
Rukun nikah itu ada lima yaitu sighat (ijab kabul), calon isteri, calon suami, wali, keduanya yang melakukan akad nikah dan dua orang saksi.
 Hadits diriwayatkan oleh Daruqutni dari `Aisyah r.a. ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw. :
لانكاح إلا بولي وشاهدي عدول
Tidak ada perkawinan kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil.
 Kitab I`anatut thalibin juz III halaman 280 :
وشرط في زوجة او المنكوحة خلو من النكاح وعدة من غير الخ …..
Dan syarat calon isteri atau wanita yang dinikahi antara lain tidak dalam ikatan perkawinan dengan orang lain, tidak dalam ikatan iddah dengan laki-laki lain dan seterusnya . . . .
 Kitab Fiqhussunnah Juz II halaman 29 :
الركن الحقيقي للزواج هو رضا الطرفين وتوافق إرادتـهما في الإرتبات
Pada hakekatnya perkawinan itu didasarkan atas kerelaan dan persetujuan bersama antara kedua belah pihak (suami-isteri) untuk melangsungkan perkawinan.
 Kitab Al Muhadzdzab Juz II halaman 112 :
إذا طلق الحر إمرأته ثلاثا أوطلق العبد إمرأته طلقتين حرمت عليه ولا يحل لـه نكاحا حتى تنكح زوجا غيره ويطؤها
Apabila seorang yang merdeka menceraikan isterinya dengan talak tiga, atau seorang hamba menceraikan isterinya dengan talak dua, maka isteri itu haram atasnya dan tidak halal baginya kawin dengan bekas isteri itu, sehingga ia kawin lagi dengan suami yang lain, dan suaminya yang kedua itu telah mengumpulinya (jima`) pula.
 Kitab Nailul Authar juz VI halaman 252 :
عن عثمان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا ينكح المحرم ولا ينكح (رواه مسلم)
Dari Utsman ra. Berkata : Rasulullah telah bersabda : Mahram itu tidak boleh menikahi dan tidak boleh dinikahi. HR Muslim.
 Kitab Al Muhadzdzab juz II halaman 46 :
يجوز نكاح الحامل من الزنا لأن حملها لا يلحق بأحد . فكان وجوده كعدمه
Boleh menikahi wanita hamil karena zina, karena kehamilannya tidak mulhaq dengan seseorang. Adanya kehamilan itu seperti tidak ada.
 Kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 201 :
يجوز نكاح الحامل من الزنا سواء الزانى وغيره ووطؤها حينئذ مع الكراهة
Boleh menikahi wanita hamil karena zina, sama halnya laki-laki yang menzinai atau laki-laki lain. Dan persetubuhannya itu mengandung keterpaksaan.
 Kitab Subulus Salam juz II halaman 118 :
عن أبى هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا تنكح الأيم حتى تستأمر ولا تنكح البكر حتى تستأذن قالوا يا رسول الله وكيف إذنها ؟ قال أن تسكت
Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : "Janda tidak boleh dikawinkan kecuali sesudah ditanya, dan perawan tidak boleh dikawinkan kecuali sesudah diminta izinnya". Para sahabat bertanya : "Ya Rasulullah, bagaimanakah izinnya ?" Beliau menjawab : "Diamnya, itulah izinnya".
C. Dispensasi kawin/Izin kawin.
 Al Qur`an Surat Annur ayat 32 :
وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnianya. Dan Allah Maha Luas pemberiannya lagi Maha Mengetahui.
 Hadits Rasulullah saw. (Kitab Subulus Salam juz II halaman 110) :
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قالنا رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإن!ه أغضّ للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنّه له وجاء (متفق عليه)
Dari Abdullah bin Mas`ud ra ia berkata : "Rasulullah saw telah bersabda kepada kami : "Hai para pemuda, apabila diantara kamu sekalian telah mampu untuk kawin, hendaklah ia kawin, sebab kawin itu lebih dapat menutup penglihatan dan menjaga kemaluan, dan barang siapa atidak mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu menjadi perisai untuknya". (muttafaq `alaihi).
D. Pengesahan Nikah.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 254 :
وفى الدعوى بنكاح على امرأة ذكر صحته وشروطه من نحو ولي وشاهدين عدول
Dan didalam pengakuan tentang pernikahan dengan seorang wanita, harus dapat menyebutkan tentang sahnya pernikahan dahulu dan syarat-syaratnya seperti wali dan dua orang saksi yang adil.
 Kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 298 :
فإذا شهدت لها بينة على وقف الدعوى ثبتت الزوجية
Maka jika telah ada saksi yang memberikan keterangan bagi seorang perempuan yang sesuai dengan gugatan, tetaplah hukum atas pernikahannya.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 301 :
وله أي للشخص بلامعارض شهادة على نكاح بتسامع أي استفاضة من جمع يؤمن
كذبهم لكثرتـهم
Jika tak ada bantahan, seseorang boleh menjadi saksi atas pernikahan berdasarkan pendengaran dari orang banyak, karena banyaknya orang yang memberitakan akan aman dari kedustaan.
 Kitab Ushulul Fiqhi Abdul Wahab Khalaf halaman 93 :
من عرف فلانة زوجة فلان شهد بالزوجية مادام لم يقم له دليل علا إنتهائها
Barang siapa mengetahui bahwa seorang wanita itu sebagai isteri seorang laki-laki, maka dihukumkan masih tetap adanya hubungan suami isteri selama tidak ada bukti tentang putusnya perkawinan.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 275 :
يجب على شهود النكاح ضبط التاريخ بالساعات واللحظات
Persaksian mengenai pernikahan wajib menyebutkan tentang tanggal, waktu dan tempat terjadinya pernikahan tersebut.
 Kitab Mughni al Muhtaj juz II
ويقبل إقرار البالغة العاقلة بالنكاح على جديد
Diterima pengakuan nikahnya seorang perempuan yang `aqil baligh, menurut qaul jadid.
 Kitab Asnal Mathalib juz II halaman 393 :
(ويشترط فى) دعوى (النكاح) سواء ادعى ابتداءه أو دوامه (أن يقول تزوجتها بولي وشاهدين ويصفهم بالعدالة) ويصف (المرأة بالرضا) بالنكاح حيث شرط رضاها إن كانت غير مجبرة
Disyaratkan untuk dakwaan nikah, baik permulaan atau kelangsungan nikah, si suami harus berkata : "Saya nikahi wanita itu dengan wali dan saksi-saksi yang adil", serta menyebut pula keredlaan isteri, jika memang harus disyaratkan keredlaannya, jika wanita itu bukan mujbarah.
E. Izin/ penolakan Poligami.
 Al Qur`an surat An Nisa` ayat 3 :
فانكحوا ماطاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع فإن خفتم أن لاتعدلوا فواحدة
Nikahilah olehmu wanita-wanita yang kamu sukai dua, tiga atau empat. Jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, nikahilah satu saja.
 Al Qur`an surat An Nisa ayat 129 :
ولن تستطيعوا أن تعدلوا بين النساء ولوحرصتم فلا تميلوا كل الميل فتذروها كالمعلقة وإن تصلحوا وتتقوا فإن الله كان غفورا رحيما
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka swesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
 Hadits Rasulullah saw. Diriwayat dari Abu Hurairah r.a. :
لا يجمع بين المرأة وعمتها ولا بين المرأة وخالتها
Tidak boleh mengumpulkan/ memadu seorang perempuan dengan bibi (saudara perempuan ayah) dan begitu juga antara permpuan dan bibi (saudara perempuan ibu).
 Kitab Kifayatul Ahkyar juz II halaman 36 :
يحرم على الرجل أن يجمع في نكاحه بين المرأة وأختها سواء في ذلك من الأبوين أو
من الأب أو من الأم
Diharamkan bagi seorang laki-laki mengumpulkan dalam pernikahannya/ poligami anatara seorang perempuan dengan saudara perempuannya, baik kedua saudara itu seibu sebapak, sebapak atau seibu saja.
F. Perwalian Nikah dan Wali Adlal.
 Hadits Rasulullah saw riwayat Daruquthny :
الثيب أحق بنفسها من وليها والبكر يزوجها أبوها
Perempuan janda lebih berhak atas dirinya sendiri dari pada walinya, sedangkan perempuan gadis, bapaknyalah yang menikahkannya.
 Kitab Al Bajuri Juz II halaman 105 :
وأولى الولاة أي أحق الأولياء بالتزويج الأب ثم الجد أبو الأب ثم الأخ للأب والأم ثم الأخ للأب ثم إبن الأخ للأب والأم ثم إبن الأخ للأب ثم العم الشقيق ثم العم للأب ثم إبنه أي إبن لكل بينهما وإن سفل
Yang berhak menjadi wali (untuk mengawinkan) ialah ayah, kemudian kakek kemudian ayahnya kakek, kemudian saudara laki-laki sekandung,kemudian saudara laki-laki seayah, kemudian anak laki-laki saudara laki-laki sekandung, kemudian anak laki-laki dari sudara laki-laki seayah, kemudian paman sekandung, kemudian paman seayah, kemudian anaknya.
 Kitab Kifayatul Akhyar Juz II halaman 33 :
فلا يزوج أحد وهناك من هو أقرب منه
Seorang wali (yang jauh urutannya) tidak boleh menikahkan jika masih ada wali yang lebih dekat dari padanya.
 Kitab Qalyubi Juz III halaman 238 :
ولا ينتقل الولاية إلى الأبعد فى الأصح لبقاء الرشد والنظر
Perwalian tidak boleh berpindah dari wali yang dekat kepada wali yang jauh, karena tetapnya kejujuran dan pandangan wali yang dekat itu.
 Hadits Rasulullah saw. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Turmudzi dan Ibnu Hibban :
السلطان ولي من لا ولي له
Sultan (Pemerintah) adalah wali bagi orang yang tidak mempunyai wali.(diriwayatkan oleh Abu Daud, At Turmudzi dan Ibnu Hibban).
 Kitab I`anatut Thalibin juz III halaman 319 yang berbunyi :
ولو ثبت توري الولي او تعززه زوجها الحاكم
Jika telah ada penetapan tentang bersembunyi atau tidak pedulinya wali, maka hakim boleh menikahkan wanita itu.
 Kitab I`anatut Thalibin juz III halaman 319 :
والتعززكأن يقول عند طلب التزويج منه أزوجها غدا وهكذا فكلما يسئل في ذلك
يوعد
Yang dimaksud dengan enggan ialah seperti berkata wali ketika diminta untuk mengawinkan, "besok saya kawinkan", setiap kali diminta ia selalu menjanji-janjikan.
 Kitab Qalyubi Juz II halaman 225 :
ولابد من ثبوت العضل عند الحاكم ليزوج بأن يمتنع الولي من التزويج بين يديه بعد
أمره به والمرأة والخاطب حاضران
Untuk menetapkan adanya sikap adlal wali untuk mengawinkan, hendaklah dengan penolakan wali tersebut untuk mengawinkan di muka Hakim, setelah Hakim memintanya untuk itu sedangkan pihak wanita dan pria yang melamarnya hadir dalam sidang tersebut.
 Hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Daruquthni :
إن جارية بكرا أتت رسول الله فذكرت أن أباها زوجها وهي كارهة فخيرها النبي
صلى الله عليه وسلم
Sesungguhnya seorang perawan telah mengadukan halnya kepada Rasulullah saw bahwa ia telah dikawinkan oleh bapaknya dan ia tidak menyukainya. Maka Nabi saw memberi kesempatan kepada perawan itu untuk meneruskan atau membatalkan perkawinan itu.
 Kitab Tanwirul qulub Juz II halaman 343 :
ويزوج الحاكم أيضا إذا غاب الولي بمسافة القصر أو بحبس يمنع من الوصول إليه أو هرب أو إحرام أو تعزز بأن وعد كلما خوطب فى ذلك أو منع مكلفة بكفء
Dan, hakimlah yang menikahkan apabila wali nasab pergi sejauh jarak yang dibolehkan mengqashar shalat, atau wali nasab sedang ditahan (dipenjara) yang tidak dapat didatangi, atau wali lari, atau ikhram/hajji atau ta`azzuz seperti ia hanya berjanji ketika (si perempuan) dilamar, atau wali nikah itu menolak wanita yang sudah dewasa dinikah oleh lelaki yang sekufu`.
G. Hak dan kewajiban suami isteri.
 Al Qur`an surat An Nisa` ayat 34 :
الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki)telah menafkahkan dari sebagian harta mereka.
 Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 228 :
ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.
 Al Qur`an surat An Nisa` ayat 19 :
وعاشروهن بالمعروف فإن كرهتموهن فعسى أن تكرهوا شيئا ويجعل الله فيه
خيرا كثيرا
Dan pergaulilah mereka (isteri-isterimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
 Al Qur`an surat Asy Syuraa ayat 38 :
وأمرهم شورى بينهم
Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah diantara mereka
 Hadits Rasulullah saw :
فاتقوا الله فى النساء فإنكم أخذتـموهن بأمانة الله …… إلى قوله … ولهن عليكم رزقهن وكسوتـهن بالمعروف
Takutlah kamu kepada Allah tentang isterimu, karena engkau mengambil dia dengan amanat Allah …… s/d …… kamu wajib memberi nafkah dan pakaian kepadanya secara baik.
 Hadits Rasulullah saw :
أكمل المؤمنين إيـمانا أحسنهم خلقا, وخياركم خياركم لنسائهم
Sempurnanya iman seorang mukmin itu terletak pada bagusnya akhlak mereka. Dan orang yang terpilih diantaramu tergantung pada pilihan isterinya.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 215 :
الحقوق الواجبة للزوج على زوجته أربعة طاعته و معاشرته بالمعروف و تسليم نفسها إليه وملازمة المسكن . والوجبة لها عليه أربعة أيضا ومعاشرتها بالمعروف ومؤنـها والمهر والقسم
Hak-hak bagi suami yang merupakan kewajiban atas isteri itu ada empat yaitu taatnya isteri, sikap yang baik dari isteri, penyerahan diri si isteri dan menempati tempat yang disediakan suami. Demikian pula kewajiban atas suami yang menjadi hak isteri ada empat yaitu sikap yang baik dari suami, nafkah kepada isteri, mahar dan giliran ( jika poligami).
H. Cerai talak/ cerai gugat/ ta`lik talak.
 Al Qur`an Surat Al Baqarah ayat 227 :
وإن عزموا الطلاق فإن الله سميع عليم
Dan jika mereka ber`azam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 Al Qur`an Surat Al Baqarah ayat 229 :
الطلاق مرتان فإمساك بمعروف أو تسريح بإحسان
Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi atau menceraikan dengan cara yang baik.
 Al Qur`an Surat An Nisa ayat 130 :
وإن يتفرقا يغن الله كلا من سعته وكان الله واسعا حكيما
Jika keduanya bercerai maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunianya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia Nya) lagi Maha Bijaksana.
 Al-Qur`an surat An Nisa` ayat 34 :
فإن أطعنكم فلا تبغوا عليهن سبيلا إن الله كان عليا كبيرا
Maka jika isteri-isteri itu telah taat kepadamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan kesalahan mereka, sesungguhnya Allah Maha Tinggi dan Maha Besar
 Sabda Rasulullah dalam Kitab Al Bajuri Juz II halaman 145 :
الطلاق بالرجل والعدة بالنساء
Talak itu di tangan laki-laki (suami) dan `iddah itu di pihak perempuan.
 Kitab Ath Thalaq minasy Syariatil Islamiyah wal Qanun, halaman 40:
إن سببه الحاجة إلى الخلاص عند تباين الأخلاق وعروض البغضاء الموجبة عدم إقامة حدود الله
Sesungguhnya sebab diperbolehkannya melakukan perceraian adalah adanya kehendak untuk melepaskan ikatan perkawinan ketika terjadi pertengkaran akhlaq dan timbulnya rasa benci antara suami isteri yang mengakibatkan tidak adanya kesanggupan untuk menegakkan hukum Allah.
 Kitab Fiqhus Sunnah juz II halaman 208 :
…… وإنما كان حراما لأنه ضرر بنفس الزوج وضرر بزوجته وإعدام للمصلحة الحاصلة لهما من غير حجة إليه
……… Talak itu hukumnya haram, jika akan mendatangkan madlarat bagi suami sendiri dan madlarat bagi isterinya, karena akan meniadakan kemaslahatan yang dihasilkan bagi keduanya, tanpa adanya kebutuhan yang mendesak terhadap talak itu.
 Kitab I`anatut Thalibin juz IV halaman 1 :
طلاق المندوب كأن يعجز عن القيام بحقوقها ولو بعدم الميل إليها أو تكون غير
عفيفة ما لم يخش الفجور أو سيئة الخلق
Talak sunnah, seperti jika suami tidak sanggup memenuhi hak-hak isterinya, walaupun dengan tidak adanya kecenderungan kepada si siteri, atau isteri tidak dapat menjaga diri, tidak takut berbuat dosa atau berakhlak jelek.
 Kitab Syarqawi alat tahrir juz II halaman 302 :
ومن علق طلاقا بصفة وقع بوجودها عملا بمقتضى اللفظ
Barang siapa menggantungkan talak dengan suatu sifat, jatuhlah talak tersebut dengan terwujudnya sifat yang digantungkan menurut dhahirnya ucapan.
 Kitab Kifayatul Akhyar halaman 104 :
فلوكان الطلاق رجعيا ثم راجعها ثم وجدت الصفة طلاقت بلاخلاف لأنه ليس
نكاحا مجددا ولم تحدث حالة تمنع وقوع الطلاق
Jika talak itu adalah talak raj`i, kemudian suami merujuk isterinya, kemudian didapati sifat (yang dita`liqkan) maka jatuhlah talak itu, tidak ada khilaf, karena rujuk itu bukanlah nikah baru dan tidak terjadi hal baru yang mencegah jatuhnya talak.
 Kitab Tuhfah juz VIII halaman 118 :
بخلاف ما إذا أطلق أو قصد التعليق بمجرد صورة الفعل فإنه يقع مطلقا
Kecuali jika ta`liq talak itu diikrarkan oleh suami dengan mutlak atau dengan melulu atas terjadinya suatu perbuatan, maka jatuhlah talaknya dengan mutlak.
 Kitab Fatawa Kubra juz III halaman 227 :
فيقع الطلاق مطلقا لوجود صفات الطلاق المعلق
Maka jatuhlah talak dengan mutlak karena telah terwujudnya sifat talak yang digantungkan.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 222 :
علق الطلاق بغيبته عن بلده أو بجلوسه من موضع كذا ثلاث سنين وإعطاء أو
ضمان فلان له فرشا مثلا فلابد من وجود الغيبة المذكور والإعطاء ويقع بائنا
Apabila seseorang menggantungkan talaknya dengan kepergiannya atau dengan tinggal di suatu tempat selama tiga tahun, atau dengan jaminan dari seseorang sebanyak ..... umpamanya, maka dengan adanya kepergian yang disebutkan atau pemberian yang dimaksud, jatuhlah talaknya.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 231 :
ولا طريق للرجوع عن الطلاق المعلق بل يقع عند وجود الصفة
Dan tidak ada jalan untuk mencabut kembali talak yang digantungkan, bahkan jatuh talak itu bila ada shifat yang digantungkan.
 Hadits riwayat At Turmudzi :
المسلمون على شروطهم إلا شرطا أحل حراما أو حرم حلالا
Orang Muslim itu terikat dengan janjinya/syaratnya, kecuali janji/ syarat menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal.
 Kitab Qurratul `aini halaman 134 :
إن ترك وطأها ضرارا إلى قوله فرفعت أمرها للحاكم لتضررها بترك الوطء فله أن
يطلق عليه بالإجتهاد
Apabila suami sengaja tidak mau menyetubuhi isterinya sehingga menderitakan isterinya, dan isterinya itu mengadukan kepada hakim tentang deritanya karena tidak disetubuhi, maka hakim berwenang untuk menceraikannya.
 Kitab I`anatut Thalibin juz IV halaman 5 :
واتفقوا على وقوع الطلاق بالغضبان وإن ادعى زوال شعوره بالغضب
Para Ulama sepakat bahwa ucapan talak orang dalam keadaan marah itu tetap jatuh, walaupun ia menyatakan perasaannya hilang karena marahnya itu.
 Kitab Nidhamul `Usrah karangan Dr. Abdur Rahman ash Shabuni halaman 95 :
جاء رجل أعربي إلى عمر ابن الخطاب يستشيره في طلاق إمرأته فقال له عمر لا تفعل فقال أعربي لكني لا أحبها فقال عمر ويحك فأين الرعاية وأين التذميم
Seorang laki-laki pedesaan datang menghadap Shahabat `Umar bin Khaththab mohon petunjuk untuk menalak isterinya. `Umar berkata : "jangan lakukan itu". Orang itu berkata :"tetapi saya tidak mencintainya lagi". `Umar berkata :"Celaka kamu, apakah kamu kira rumah tangga itu dibina hanya karena cinta saja, lalu dimana letak kepemimpinanmu (pengayomanmu) dan rasa tanggung jawabmu (terhadap isteri).
 Hadits Rasulullah saw.
إن أبغض الحلال عند الله الطلاق
Sesungguhnya perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah perceraian.
 Kitab Fiqhus Sunnah juz II halaman 379 :
إذا ارتد الزوج أو الزوجة إنقطعت علاقة كلامنهما بالأخر لأن الردة أي واحد منهما موجبة للفرقة بينهما
Apabila suami atau isteri murtad, putuslah ikatan keduanya satu sama lain, karena murtadnya salah satu diantara mereka memestikan perceraian antara keduanya.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 223 :
لايثبت الطلاق منجزا او معلقا إلا بشهادة رجلين سمعا لفظه من الزوج
Tidak tetap talak itu, kecuali dengan adanya dua orang saksi yang mendengarkan ucapan talak si suami.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 176 :
صريح القعود لا يحتاج إلى نية بل إلى قصد معنى اللفظ بحروفه فى الجملة
Perikatan yang sharih tidak membutuhkan niat, melainkan membutuhkan kesengajaan melepaskannya dalam suatu susunan kalimat.
I. Fasakh Nikah karena i`sar dan cacat pada pihak lain.
 Kitab Fiqhus Sunnah juz II halaman 314 :
فسخ العقد نقضه , وحل الرابطة التي تربط بين الزوجين
Faskhul `aqdi adalah membatalkan aqad, dan melepaskan tali ikatan perkawinan suami isteri.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 91 :
فإن انقطع خبره ولا مال له حاضر جاز لها الفسخ
Apabila telah terputus khabar tentang suami dan tidak ada harta benda yang ditinggalkan untuk isteri, boleh bagi si isteri untuk fasakh nikahnya.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 94 :
ولا يجوز الفسخ إلا يشرط ملازمتها للمسكن وعدم سدور نشوزمنها
Tidak boleh fasakh kecuali apabila si isteri tinggal di tempat dan tidak nusyuz.
 Kitab Al Iqna` juz II halaman 133 :
يثبت للمرأة فسخ نكاحها منه …… بالجنون
Dapat ditetapkan gugatan fasakh/perceraian seorang isteri dari suaminya ......dengan alasan gila (sakit ingatan).
 Kitab I`anatut thalibin juz III halaman 33 :
فلكل من الزوجين الخيار فورا في فسخ النكاح بما وجد من العيوب المذكور في
الأخر بشرط أن يكون بحضور الحاكم
Bagi masing-masing suami isteri boleh memilih dengan seketika untuk memfasakh pernikahannya dengan sebab terdapatnya cacat pada pihak lain, dengan syarat di muka hakim.
 Kitab I`anatut thalibin juz III halaman 336 :
وتقبل دعوه الجهل بأصل ثبوت الخيار أو بفوريته
Dan diterima pengakuan si isteri bahwa dia tidak tahu tentang hal-hal yang menjadi pokok mengenai khiyar atau tidak tahu tentang keharusan segera melaporkan kejadian penyakit gilanya suami.
 Kitab Al Muhadzab juz II halaman 48 :
وإن وجدت المرأة زوجها مجنونا أو مجذوما أو عنينا ثبتت لها الخيار
Jika seorang isteri mendapati suaminya sakit gila/ ingatan, lepra atau impotent/ lemah syahwat, isteri boleh memilih untuk memfasakh nikahnya atau meneruskannya.
 Kitab Subulussalam juz III halaman 134 :
عن ابن عباس أن جارية بكرا أتت النبي ص م أن أباهازوجها وهي كارهة فتخيرها
رسول الله ص م
Diriwayatkan dari Ibnu `Abbas ra., bahwasanya seorang budak wanita/ gadis menghadap kepada Nabi saw., ia menerangkan bahwa ia telah dinikahkan oleh ayahnya, tetapi ia tidak senang, maka Nabi saw. menjawab, ia boleh memilih meneruskan atau tidak meneruskan perkawinan tersebut.
 Kitab Al Muhadzab juz II halaman 134 :
إذ أعسر الزوج بنفقة المعسر فلها أن تفسخ النكاح لما روي أبو هريرة
Apabila si suami tidak mampu memberikan nafkah yang cukup, boleh bagi isteri memfasakh nikahnya , sbagaimana hadits riwayat Abu Hurairah.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 92 :
ولو عجزة المرأة عن بينة الإعسار جاز لها الإستقلال بالفسخ
Apabila isteri tidak dapat mengajukan bukti saksi tentang i`sar/ kemiskinan suami, isteri boleh memfasakh dirinya sendiri.
 Kitab I`anatut thalibin juz IV halaman 92 :
إذا تعذر القاضي أوتعذر الإثبات عنده لفقد الشهود أو غيبتهم فلها أن تشهد بالفسخ وتفسخ بنفسها
Jika hakim kesulitan untuk menetapkan i`sar/ kemiskinannya suami karena tidak adanya saksi/ saksi ghaib maka isteri boleh memfasakh dirinya sendiri.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 239 :
لا تستحق الزوجة المؤن ويباح لها الفسخ بالإعسار إلا إذا كم تخرج عن طاعة
الزوج
Isteri tidak berhak mendapatkan nafkah dan tidak boleh menggugat fasakh ketika suami dalam kesukaran, kecuali apabila ia tidak keluar (tetap) taat kepada suami.
 Kitab Bughyatul mustarsyidin halaman 243 :
لو تعذر تحصيل النفقة من الزوج فى ثلاثة أيام جاز لها الفسخ حضر الزوج أم غاب
Apabila suami berhalangan (tidak sanggup) memberikan nafkah dalam tiga hari, maka si isteri berhak memfasakh, baik suami tersebut hadir atau ghaib.
 Kitab Bujairimi Wahab halaman 239 :
ولا يمنع إعساره عقار او عرض لا يتيسر بيعها في مدة قريبة
Apabila suami berhalangan (tidak sanggup) memberikan nafkah dalam tiga hari, maka si isteri berhak memfasakh, baik suami tersebut hadir atau ghaib.
 Kitab Al Fiqhu `ala madzahibil arba`ah Juz IV halaman 193 :
فإذ جن أحد الزوجين كان للأخر الحق في طلب فسخ النكاح
Apabila salah satu dari suami isteri berubah gila, maka fihak lain berhak mengajukan gugatan cerai fasakh.
 Kitab Al Fiqhu `ala madzahibil arba`ah Juz IV halaman 193 :
ولا فرق أيضا بين أن يكون جنونا مطبقا أو متقطعا
Dan tidak ada perbedaan keadaannya baik penyakit gila itu tetap atau temporer.
 Kitab Al Fiqhu `ala madzahibil arba`ah Juz IV halaman 193 :
…… والمراد بالجنون نا يشمل فقد الشعور القلبي
....... yang dimaksud dengan gila ialah hilangnya perasaan atau pikiran.
 Kitab al Muwaththa` Imam Malik, juz III, halaman 145 :
أيمارجل تزوج إمرأة وبه جنون أو ضررفلها تخيرفإن شا